Donald Duck Hyung


Donald Duck Hyung! by jeanitnut

Senang bertemu denganmu Hana.

Aku seperti tersesat, tidak tahu harus kemana. Tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Berpegang pada keyakinan yang aku tanam sejak beberapa jam lalu, aku berdiri mematung disini. Di depan sebuah pintu masuk berpagar tinggi. Seperti pengemiskah?

Aku melihat jam tangan putih di tanganku, masih menunjukkan pukul 08.30. Pantas saja jalanan masih terlihat begitu sepi. Sepanjang penglihatan, aku memang hanya melihat segelintir orang saja yang lewat. Matahari masih begitu bersahabat, cahayanya belum menyengat.

“Sehun-ah, kau seharusnya memakai kacamata.”

Suara itu, aku menganlnya. Seolah seluruh pusat indraku hanya focus pada satu suara itu, aku linglung. Aku melihatnya, dia mengenakan kaos putih dan tak lupa tas berwarna cream yang selalu melekat di punggungnya. Dan aku berani bersumpah kalau saat ini aku benar-benar merasa cacat. Kepalaku berputar-putar, aku merasa melayang.

Ada sekitar dua belas orang melewatiku, dia dan teman-temannya. Dan bodohnya aku melewatkan detik yang terlewat begitu saja tanpa melakukan sesuatu yang berarti. Kurang bodoh apasih aku ini?

Kakiku refleks melangkah begitu saja. Kamera Polaroid yang aku bawa masih kosong. Sial! Kenapa aku bisa melakukan tindakan yang gegabah seperti ini, tanpa melakukan perencanaan lebih dulu. Dengan cekatan aku memasukkan sweater berwarna putih susu ke dalam tas dan mengambil handphone disana.

“Hei Kris! What’s up?”

Walaupun aku tidak melihat siapa yang mengatakannya aku tahu itu pasti Chanyeol. Aku melihatnya berjalan ke arah Kris, sedang Luhan tampaknya sedang bahagia bersama Sehun. Mereka terlihat begitu bahagia menikmati pemandangan yang tersaji di Disneyland. Dan aku yang melihatnya hanya bisa terpaku. Well, dia memang tidak tahu apa yang aku rasakan, jadi siapa yang salah disini? Aku.

Tiba-tiba aku merasa linglung. Ini bukan karena aku melihat dia yang-tak-pernah-terjangkau olehku sedang tersenyum atau terlihat tidak manusiawi, tapi karena beberapa orang yang melewatiku. Semakin lama aku melihat gerombolan remaja yang begitu banyak. Mereka berteriak-teriak tidak jelas. Telingaku memang sedang tidak berfungsi dengan baik sehingga aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas. Tapi sekilas aku mendengar mereka menyebut nama Luhan.

“Sorry.”

Seperti kisah klasik roman picisan yang sering aku baca di dalam novel-novel. Aku melihat Kris sedang berjongkok mengambil handphone gadis yang menabraknya. Gadis itu tampaknya tidak sadar karena aku bisa melihat raut keterkejutan saat dia melihat Kris. Keduanya saling tersenyum. Tanpa sadar aku mencari-cari dimana keberadaan Luhan. Glek! Dia sedang menoleh ke arahku? Ah, bukan ke arahku mungkin lebih tepatnya ke arah Kris yang berada beberapa meter di depanku.

“Tidak apa-apa. Aku yang menabrakmu, seharusnya aku yang meminta maaf,” kata gadis itu.

Kris tersenyum ke arahnya. Aku yakin siapapun yang akan mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kris akan meleleh di tempat. Termasuk aku mungkin. Aku tidak terlalu memperhatikan percakapan mereka selajutnya. Tapi aku melihat Kris memeluk gadis itu. Aku menutup mulutku tak percaya. Betapa beruntungnya…

Aku mengalihkan perhatianku kembali pada Luhan. Dia dan Sehun benar-benar ingin membuatku menangis. Keduanya terlihat begitu akrab. Aku tahu memang mereka bersahabat dan sangat dekat. Aku menyukai persahabatan mereka, seolah aku bisa melihat kebahagiaan yang ada disana. Tapi dengan melihat keduanya secara langsung seperti ini jelas membuatku cemburu dan ingin mencekik Sehun.

Luhan tersenyum dan menoleh ke belakang. Entah kenapa saat dia menoleh ke belakang seperti ini dan tersenyum ,aku justru melengos. Aku takut, ini sebuah kejujuran. Aku takut melihatnya tersenyum seperti itu. Aku takut melihat wajahnya menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa ku tolak.

“Luhan, would you be my boyfriend?”

Teriakan itu datang dari seorang gadis di depanku. Aku menggeram kuat, apa maksudnya ini? Luhan milikku! Oke, itu harapanku jadi tolong abaikan saja. Dia terlalu jauh dari dunia yang kupijak.

Lagi-lagi Luhan menoleh ke arahku. Atau ini hanya perasaanku saja? Jarak kami memang tidak terlalu dekat, aku tidak bisa menerobos orang-orang didepanku atau aku akan mati terinjak-injak. Sungguh itu tidak lucu! Aku menunduk mengamati selembar foto yang aku ambil asal beberapa saat lalu. Dia terlihat begitu tampan.

Semilir angin meniupkan rambutku, membuatku tersadar. Aku tidak melihat siapa-siapa disekelilingku. Di depanku tidak ada Luhan. Aku mengedarkan pandangan ke sekelilingku. Aku sendirian disini.

Aku mengumpat sepanjang jalan. Bayangkah saja, karena terlarut dalam sebuah foto yang aku ambil dan aku kehilangan jejaknya. Hanya sebuah foto saja bisa membuatku seperti ini bagaimana dengan sosoknya yang sesungguhnya? Biarkan aku menangis sekarang juga. Aku menyia-nyiakan kesempatan berharga ini. Aku berlari kesana kemari berharap aku bisa menemukannya.

Luhan memang tidak terlalu tinggi, ya jika dibandingkan dengan Chanyeol dan Kris. Aku bersyukur karena aku memiliki badan yang kecil sehingga aku bisa menerobos diantara padatnya orang-orang. Nafasku ngos-ngosan, peluh menetes dengan deras dari dahiku. Aku nyaris jatuh kalau saja aku tidak berpegang pada sebuah pohon di sampingku.

Tanganku mengepal kuat. Dengan terpaksa aku menyeret kakiku masuk ke dalam sebuah café terdekat. Aku memesan secangkir lemon tea untuk menyegarkan otakku. Aku nekat pergi ke negara asing hanya demi bertemu dengannya. Tergolong gila mengingat aku baru mengetahuinya beberapa hari ini dan aku sudah mengikutinya sampai sejauh ini.

“Donald Duck Hyung!”

Air mata benar-benar mendesak keluar dari pelupuk mataku saat aku mendengar suara itu. Pelan tapi jelas ditelingaku. Tanpa menunggu lebih lama lagi aku meninggalkan cafe. Tenagaku terisi kembali. Dan disana, disebuah pondok sederhana aku melihat Sehun dan Chen bersama. Lalu dimana dia?

“Aku melihat gadis cantik disini.”

Suara itu terdengar begitu jelas dan dekat ditelingaku. Aku berlari kecil, jantungku berpacu cepat. Suasana begitu sepi karena pondok ini memang terpencil. Disana dia berdiri sambil tertawa kecil bersama Suho.

Aku mendekat dan lagi-lagi terpaku berada beberapa meter didepannya. Dia menoleh ke arahku dan tersenyum. Sekarang, bisakah aku meyakini bahwa dia memang tersenyum ke arahku? Aku melihat beberapa detik lalu seperti ada raut terkejut di wajahnya. Entah karena terkejut ada yang menemukannya disini atau…aku tidak berani memikirkan alasan-alasan lainnya.

“Hai Luhan…”

Aku mengatakannya dengan penuh keraguan. Nafasku terkecat. Sialan kenapa aku jadi kehabisan kata-kata seperti ini? Dan apa ini, Luhan menuruni anak tangga dan berjalan ke arahku. Luhan, apa kau berniat membunuh Hana sekarang juga?

“Siapa namamu?” tanyanya.

Aku tidak tahu harus menunjukkan ekspresi seperti apa. Apakah aku harus bersikap terus terang dengan melonjak kegirangan dan terlihat begitu idiot dihadapannya? Atau aku harus diam terpaku seolah aku sedang tersihir olehnya dan memperlihatkan wajah yang semakin idiot?

“Hana..” jawabku pelan. Aku bersyukur karena aku mengucapkannya dengan pelan. Tidak terdengar bahwa aku sedang tersihir atau bahkan begitu bahagia.

“Aku melihatmu sejak di pintu gerbang, apa kau datang dari jauh untuk bertemu kami?” tanyanya. Sejenak di menoleh ke arah teman-temannya.

Aku pun refleks menoleh ke arah pandang Luhan. Aku melihat Sehun mengenakan topi dan itu membuatnya terlihat semakin tampan. Aku melihat Lay, dia terlihat begitu seksi. Aku meneguk air ludahku sendiri. Lalu aku melihat Suho, Baekhyun dan yang lainnya. Pandangaku kini kembali pada Luhan yang terlihat begitu…ah bagaimana aku mendeskripsikannya? Membutaku gila. Dia berbahaya.

Jika dibandingkan dengan Kris, aku yakin kalian akan menjawab bahwa Kris lebih tampan dari Luhan. Tapi jika aku yang melihatnya, tentu saja aku akan menjawab bahwa Luhan yang paling tampan. Dia tersenyum. Sialan!

“Aku melihat kau sedari tadi mengikuti kami. Apa kau orang Korea?”

Aku ingin meralat ucapannya. Aku mengikutinya, seharusnya dia mengatakan ‘apa kau mengikutiku?’. Tapi apakah ini penting?

Aku masih terkejut dan otakku sedang lemot-lemotnya mencerna perkataannya. Dia tahu aku orang Korea? Bagaimana dia bisa tahu? Aku berbicara dengannya dengan bahasa Inggris. Terlihat bodoh memang mengingat aku tahu bahwa dia bisa berbahasa Korea. Hanya saja aku tidak ingin dianggap sebagai seorang stalker. Aku jauh-jauh dari Korea hanya untuk bertemu dengannya, ini memang tidak masuk akal.

“Bagaimana kau tahu?” tanyaku ragu.

Aku tidak bisa membiarkan rasa penasaran ini menjalar di seluruh tubuhku selamanya. Tidak bisa dipungkiri bahwa hatiku sedang melonjak kegirangan. Dia meperhatikanku…ya setidaknya dia tahu bahwa aku orang Korea. Namaku, aku tidak yakin jika namaku menunjukkan bahwa aku orang Korea.

Selama beberapa menit dia hanya memandangku, membuatku ingin menghilang saja. Dia tersenyum manis. Aku mendengar teman-temannya sedang tertawa kecil. Tuhan tolong kuatkan aku!

“Apa kau ingin berfoto bersama kami?” tanyanya.

Mungkin dia akan menganggap bahwa aku adalah fans paling aneh yang pernah ditemuinya. Bukankah seharusnya saat ini aku tersenyum senang dan memintanya berfoto denganku? Atau aku akan mengeluarkan spidol dan secarik kertas untuk meminta tanda tangannya. Tapi apa yang aku lakukan? Aku hanya diam terpaku dengan wajah datar.

“Aku menyukai…tasmu.”

Konyol. Aku merasa benar-benar konyol sekarang.

“Menyukai tasku? Maksudmu, kau ingin tasku?” tanyanya.

Aku menunduk menahan malu. Aku bisa merasakan beberapa pasang mata sedang memandangku. Kau bodoh Hana! Apa yang sudah kau katakan?

“Bukan begitu…aku ingin tahu dimana kau membelinya? Dan aku…ya aku…”

Aku gelagapan sendiri dihadapannya. Sungguh ini bukanlah gayaku yang sebenarnya. Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya walau dalam keadaan terpesona sekalipun. Tapi yang aku katakan adalah sebuah kejujuran, aku memang menyukai tasnya.

“Ah aku mengerti. Kau bisa membelinya di Korea, ada banyak disana.”

“Benarkah?” tanyaku dengan nada super bodoh.

“Tentu saja. Apa ada hal lain yang ingin kau katakan?” tanyanya.

Selama ini aku selalu bertanya-tanya, apakah alasanku menyukainya. Dia tampan, tapi dia tidak setampan Kris atau pun Kai. Suaranya indah, tapi tidak seindah D.O atau pun Baekhyun. Lalu apa alasan sebenarnya? Aku menyukainya begitu saja sejak pertama melihatnya. Aku tidak punya alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan apakah alasan aku menyukainya, karena aku menyukai semua yang ada padanya.

Untuk sekarang aku memang tidak memiliki alasan untuk menyukainya. Tapi nanti, aku yakin akan mengetahui jawabannya. Saat aku mengetahui tentang dia lebih banyak lagi. Saat-saat dimana mungkin aku akan menjadi gila karena sossoknya.

“Dan juga…aku ingin melihatmu. Aku ingin bertemu denganmu secara langsung.”

Aku mengatakannya dengan mantap entah bagaimana caranya. Dia tersenyum ke arahku. Aku melayang…

“Senang bertemu denganmu Hana,” katanya.

Aku diam begitu saja di tempat, bibirku diam tak bergerak. sepertinya kau memang benar-benar berubah menjadi gadis idiot karena bertemu Luhan, Hana! Baiklah terima kasih Luhan. Ini akan menjadi sebuah pertemuan yang akan aku ingat selamanya. Saat Hana berubah menjadi seorang gadis idiot.

Kyuhyun ignored me, so I’m dating with Luhan now lmao.

Advertisements

15 comments

  1. chingu biasnya luhan ya? sama donk, aku juga.
    tp kalau di exo-k biasq sehun.
    cocok dech jdinya.
    HUNHAN COUPLE!

  2. HunHan it’s real ! sumpah ya itu mereka kok bisa bisanya mesra mesraan padahal lagi banyak orang. Mana sehun itu ngikutin kemana luhan berada ._. gak tau gmana perasaannya mantannya luhan yg di china sana, pasti galau banget gegara luhan udah berhasil move on dan nemuin sehun :3
    and damn, the OT12 it’s so awesome at disneyland. When they’re hair wet it’s sooo sexy *.*
    Karna luhan seseorang yg mudah disukai, krna baby face-nya, krna keramahannya, krna dia sering muntah wkt turun pesawat, krna dia gak tau malu, krna dia roomate-nya lay, krna jail dan gilanya dia, krna dia pinter dance, krna dia couple-nya sehun, krna dia ganteng dan bersuara indah ! And so many reasons made u (and all Luhan biased) fell in love with him, and im as his ex.girlfriend proud him because all of the thing in his self :’D
    u grew up well, Luhan-ssi

    1. real sebagai apanih? haha iya tsehun agresif banget tangannya nemplok mulu dipundak luhan-_-
      luhan gak mikirin mantannya cuma aku yang ada dihatinya HAHAHA
      sumpah bel seneng banget baca komenmu, iya ada banyak alasan kenapa suka dia. dia muka bocil kayak donghae:’)
      ex.girlfriend? you wish bel you wish.

  3. Sebagai pasangan :3
    waktu konsernya juga banyak skinshipnya ><
    ngarepnya dapet YoonHae moment, malah HunHan lagi .-.
    Aniya~ itu dia tiap hr sibuk merawat gmana biar wajahnya tetep kece (?) kamu mah gak usah diurus HAHAHA
    Itu manggilnya THEHUN hahaha
    THEHUNAAAA~
    yang mirip Donghae itu thehun wahh -_-
    ish, ini pada gak percaya kalo aku ex.girlfriend-nya Luhan, coba googling deh. itu pasti ntar votoku yg muncul haha

    1. oh please luhan is mine! only mine!
      jangan banget lo bel;; luhan tetep memprioritaskan gue di atas segalanyalah :p
      yang mirip donghae itu lay-_-
      weks brb toilet

Give Your Review!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s