Promise


tumblr_mgimupg6LX1qc2c9do1_500

Promise by jeanitnut

Seorang laki-laki tidak boleh melanggar janjinya, kalau tidak dia akan di hukum oleh langit.

Bersama matahari yang kian menghilang tergantikan malam. Lampu kerlap-kerlip berwarna yang memancarkan sinarnya. Serta lalu-lalang orang bagaikan semut yang berjejer rapi. Ditemani secercah harapan yang menjadi pegangan, gadis bersurai hitam legam itu berlari.

Giginya bergemeletuk menahan dinginnya angin malam. Sorak sorai nan membahana—yang dirasanya hampir menulikan telinga—membuatnya ingin berbalik tanpa sadar. Satu langkah atau tidak sama sekali. Hingga kesadaran menghempasnya pada mimpi siang bolongnya. Mimpi tentang masa depan. Mimpi yang tak berani direngkuhnya.

“Hai,” seseorang menepuk punggungnya. Gadis berbalut cardigan pink itu mendongak. Matanya terbelalak barang sejenak, namun seulas senyum terukir dari sudut bibirnya. “Happy New Year!”

Dua anak manusia, sebagaimana layaknya laki-laki dan perempuan pada umumnya. Menikmati keindahan yang diciptakan manusia—yang tentu saja tak bisa mengalahkan keindahan sang pencipta. Seperti senyum manis pemuda bermarga Lee di samping Yoona, seperti mata bulat gadis dalam genggaman Lee Donghae.

Gadis itu tertawa lepas. Tawa yang berartikan sebuah kebahagiaan untuknya, untuk semuanya. Donghae menatap lurus-lurus gadis disampingnya. Mengeratkan jemarinya pada tangan mungil gadis itu. Keduanya mengitari seluruh penjuru taman kota Seoul.

Yoona menghempaskan tubuhnya pada sandaran kursi. Genggaman tangan Donghae terlepas, membuat hawa dingin kembali menyerangnya. Dia tersenyum, “Bagaimana kau tahu aku ada disini?”

Laki-laki itu menatap lurus ke depan. Lantas, mendudukkan tubuhnya yang letih di samping Yoona. “Radarku selalu bisa menemukanmu,” jawabnya enteng.

Percakapan keduanya teralihkan saat kembang api itu saling menyala. Keindahan yang benar-benar indah. Detak jarum jam berdenting dua belas kali, menandakan pergantian tahun. Menanggalkan tahun penuh kenangan yang terekam, melangkah menuju tahun baru. Sesuatu yang berbekas dalam hidup; yang pahit dan menyedihkan; yang indah dan menggembirakan; yang lucu dan penuh tawa; akan selalu tersimpan dalam khazanah kenangan.

“Kau sudah…melupakannya?” Yoona tersenyum simpul. Sadar jika kenangan pahit yang bernama kehilangan harus ia buang dalam sampah. Menyongsong masa depan tanpa harus berbalik pada kenangan yang berupa sampah.

Tanpa kata yang terucap pun Donghae sudah memahaminya. Terkadang, kita bisa memahami seseorang itu hanya dalam hitungan hari. Begitu cepat hingga takut jika apa yang dipahami adalah sebuah kesalahpahaman.

“Kau masih ingat apa yang aku katakan setahun yang lalu? My promise…”

Yoona menyela, “Kau bersumpah akan menikahiku.” Dan keduanya tertawa bersama. Tawa riang yang mengundang orang lain untuk ikut tertawa.

Yoona melupakan semua mimpi buruknya di masa lalu. Karena seorang pemuda yang ditemuinya setahun lalu, yang memapahnya berdiri saat dia terjatuh. Yang mengobarkan asa saat dia nyaris terjun ke Sungai Han.

Dan di masa depan, dia hanya akan menciptakan kenangan indah saja. Membuat kesalahan luar biasa, yang bahkan tak pernah orang lain lakukan. Sepahit apapun kehidupannya nanti, dia yakin semua akan baik-baik saja. Karena Donghae selalu bersamanya.

“Seorang laki-laki tidak boleh melanggar janjinya, kalau tidak dia akan di hukum oleh langit…”

-end

Hallo! Happy New Year LOL

Sebenarnya ini drabble (ringan) spesial tahun baru, tapi gak sempet ngepostnya /sigh/

I’m currently on hiatus, jadi akan semakin sedikit ff yang aku publish per bulannya:(

49 comments

Give Your Review!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s