Stars of Love


hun

Stars of Love by jeanitnut

Happy Birthday, Sehun.

Malam itu langit berbintang. Angin musim semi bertiup kencang. Aku duduk di kursi balkon kamarku–seperti malam-malam terdahulu. Kuseduh green tea untuk kali kedua ketika aku melihat jendela dari kamar seberang terbuka.

Oh Sehun dengan mantel kelabunya berdiri di sana. Dia masih seperti sosok lelaki yang kerap kulihat di layar teve. Tapi, melihatnya dari jarak sedekat ini, membuatku mau tak mau harus mengakui bahwa sosoknya begitu kurindukan.

“Masih suka melihat bintang?”

Aku lekas berdiri dan tersenyum ke arahnya. Merapatkan mantel cokelatku guna meredam dingin yang membuat tulang-tulangku ngilu.

Aku berdeham sebelum menyapanya. Jantungku berdebar, dan hal seperti ini terus berulang sejak beberapa bulan yang lalu. Ketika frekuensi pertemuan kami kian mengerucut.

“Apa kabar, Sehun? Sudah lama ya, aku tidak melihatmu berdiri di sana?”

Aku sudah hafal peringainya. Asap putih mengepul keluar dari hidungnya. Kedua lengannya disatukan di depan dada. Matanya yang tajam menyipit menatapku–jika sekarang ia berdiri di depanku, aku tidak akan seberani ini menatapnya langsung.

“Itu konyol, Nara.” Aku tertawa kecil.

Mereka mengenal Oh Sehun sebagai pribadi yang dingin. Tapi aku mengenal Oh Sehun sebagai pribadi yang hangat dan menyenangkan.

Dia selalu menjadi orang pertama yang bersedia mendengar keluhan-keluhanku. Dia selalu menjadi orang pertama yang menjengukku ketika aku terbaring sakit. Dia selalu menjadi orang pertama yang menyodorkan payung padaku ketiku musim hujan. Dia selalu dan selalu menjadi orang pertama di setiap ketika-ketika lainnya.

“Itu tidak menjawab pertanyaanku, Sehun. So, how’s going on?”

Suara langkah kakinya menggema di antara hembusan angin malam. Langkahnya panjang-panjang. Sosoknya yang pucat terpantul sinar rembulan.

Aku punya calendar khusus yang kutandai dengan spidol biru di setiap tanggal merahnya. Hariku bersama Oh Sehun. Di tanggal-tanggal itulah aku biasa menjumpai sosoknya berdiri di balkon seberang kamarku. Ketika ia kembali menjadi Oh Sehun teman kecilku.

Sehun tidak akan kubiarkan tahu, bahwa di antara senyum dan tawaku, ada kalanya aku berharap ia hanya lelaki biasa dan bukannya seorang idol.

At this time, I’m fine. I’m really fine.

Ada senyum kecil yang terpeta di wajahnya. Kedua tangannya berpegang pada jeruji besi yang membatasi balkon kamarku. Kepalanya menengadah menatap bintang yang berkerlip seperti yang kulakukan.

“Nara, terimakasih untuk membiarkan jembatan yang membatasi balkon kamar kita tidak dirobohkan.” Aku tertawa lagi.

Sewaktu kecil, Sehun biasa menyelinap ke kamarku tiap malam hanya untuk membangunkanku menemaninya melihat pesawat terbang. Dia bilang ingin menjadi seorang pilot. Lalu, aku mulai tertarik dengan bintang dan langit malam.

Hm, bisa tidak jika terimakasihnya kutukar dengan tanda tanganmu?” Kami sama-sama tergelak.

Aku menyodorkan secangkir green tea yang asapnya masih mengepul yang segera diterimanya. “Kau menyiapkan dua cangkir?” Oh Sehun menatapku penuh selidik. “Sudah menduga aku akan pulang malam ini?”

Aku gelagapan. “I-itu hanya kebetulan, Sehun.”

Tapi Sehun tidak akan pernah mau mengalah. “Tidak ada kebetulan di dunia ini, Nara.”

Aku menghela napas. Memutar kepalaku hingga berhadapan dengannya. “Harus ya kau membuatku malu seperti ini?”

Oh Sehun tertawa hingga kedua bahunya berguncang. Tawanya keras sekali, hingga aku yakin jika ada tetanggaku yang kebetulan lewat, dia bisa mendengar suara tawanya.

Aku mendengus keras, menatapnya dengan galak. “Tidak lucu, Sehun.” Seketika Sehun menghentikan tawanya. Ekspresinya berganti menjadi serius. Dia menatapku dalam-dalam dan aku seakan terperosok di iris cokelat kelamnya.

“Aku adalah Oh Sehun teman kecilmu. Fakta itu tidak akan berubah, Nara.”

Sehun berusaha membisikkan pesan padaku. Lalu sekonyong-konyong kesadaran menghampiriku; kenyataan bahwa aku memang tidak pernah kehilangan sosoknya, bahkan sejak dua tahun lalu. Oh Sehun masih teman kecilku kendati kini ada sekat yang membedakan. Antara hari yang lalu dan esok hari, bahwa ia tidak bisa kumiliki seorang diri.

Satu jam sebelum pergantian hari. “Happy birthday, Sehun.” Satu bintang yang paling terang jatuh dari langit. Aku menyikut pergelangan tangan Sehun. “Make a wish. Ada bintang jatuh.”

Kami sama-sama memejamkan mata. Yang kudapati ketika aku membuka mata adalah Sehun tengah tersenyum tipis ke arahku. “Apa permintaanmu?” tanyanya.

Aku tak lantas menjawab. “Bagaimana denganmu? Apa permintaanmu, Sehun?”

Seringkali aku bertanya di setiap perjumpaan kami; apakah malam ini kita masih akan bercakap-cakap tentang bintang dan bukannya perasaan yang terpendam?

Permintaan Sehun dan jemarinya yang semakin erat menggenggam milikku adalah jawabannya. “Nara. Salah satu permintaanku.”

Mataku berkaca. Terenyuh mendengar penuturan jujurnya. Bagaimana aku pernah berpikir egois dengan memintanya lebih dari hari ini, aku menyesalinya.

“Permintaanku, agar Sehun dan EXO selalu bahagia.”

Sehun mengeratkan genggamannya. Seakan membisikkan pesan lain.

Lalu aku sadar, bahwa mungkin percakapan semacam; aku menyukaimu tidak akan ada di antara aku dan Sehun. Karena ketika menatap iris cokelatnya, ia menggenggam jemariku dengan erat, dan kami melihat satu bintang yang sama, semuanya sudah menjadi jelas. Sesuatu yang tidak perlu terucapkan tapi sudah dimengerti.

fin

sehun birthday

Note: HAPPY YEHET DAY, SEHUNAAA! Ini dibuat kemarin malem dan karena sesuatu akhirnya ngetik ulang langsung post lewat hp huhu. Ini murni apa yang pengen aku sampaikan ke Sehun, ya seandainya dia beneran teman kecilku LOL. Seneng banget liat Sehun hari ini, antara mau nangis juga hihi:”))))))

Have a nice day, people! Mind to leave your review? Thankseu~

28 comments

  1. IH MAU DOOONG.
    enak ya antara balkon ada jembatannya hahahaha. tapi tapi aku suka deh bayangin sosoknya oh sehun disini. lucu aja gitu. sehun yang dingin tiba-tiba ketemu sahabat kecilnya terus langsung berubah sekian derajat hihiw.

    terus terus bagian paling favoritnya yang paling bawah ituuu. gausah diutarakan tapi masing-masing udah mengerti. kyaaaa maumauamau hahaha ^^

  2. selamat ulang tahun oh sehun! *telatbanget* *gaapadehyaa*
    siapapun yg ada disampingmu sekarang.. nara, daeun atau entahlah itu.. please jangan go public dulu haha

Give Your Review!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s