A Letter to You


image

A Letter to You by jeanitnut

For you; happy birthday, Baekhyun.

Male, Maldives.

Untuk, Baekhyun.

Surat ini akan kuawali dengan sebuah pertanyaan; apa kabar, Baekhyun?

Tidak ada hal lain yang terpikirkan olehku selain menulis surat; sesuatu yang kupercayai sejak dulu bahwa kadang kala perasaan jujur itu bisa tersampaikan dengan baik melalui sebuah tulisan. Hei, jangan berpikir karena pemanasan global yang merugikan penduduk Maldives lantas membuatku ikut-ikutan berhemat.

Surat ini ditulis oleh Lana, gadis yang lima tahun lalu kautemui di selatan kota Seoul. Jika kau mau tahu, aku masih Lana yang kaukenal; yang sering mengabaikanmu, yang pernah melupakan hari di mana kita membuat janji, yang akan memasakkan kimchi di hari ulang tahunmu, dan yang tidak pernah mengatakan perasaannya secara jujur.

Aku tidak akan mengulas semua memoar kita. Hanya ijinkan aku bercerita, boleh ya, Baekhyun?

Aku sering bertanya di penghujung hari, sudah berapa lama ya kita tak saling bersua? Entah karena aku yang terus bergerak mundur dan kau bergerak maju. Atau memang karena memori tentang kita telah lenyap dimakan rayap. Tapi percayalah, bahwa setiap detail memori yang dulu masih kuingat dengan sangat baik.

Dua minggu yang lalu, terhitung sejak aku menorehkan pena di atas ketas ini, aku bertemu dengan Kim Taehyung. Kau masih mengingatnya? Dia yang selalu disebut-sebut sebagai kembaranmu. Dan kau terus menyangkal bahwa kau lebih tampan dari dia.

Apanya yang mirip? Aku jelas-jelas lebih tampan dari dia, iya kan Lana?”

Aku hanya akan tersenyum tipis melihat tingkahmu. Jika kautanyakan padaku sekarang pertanyaan yang sama, mungkin jawabanku akan lain, Baekhyun. Dengan lantang akan kuteriakkan bahwa kau jauh lebih tampan dari Taehyung.

Seandainya bisa, aku akan berjalan di antara ruang waktu, mencari kepingan masa lalu yang telah kuhancurkan dan menyusunnya kembali seperti semula; sebelum semuanya menjadi seperti sekarang. Aku sudah melakukannya. Semisal ada seratus keping, aku hanya berhasil mengumpulkan sembilan puluh sembilannya. Bahkan hingga tubuhku lemas, aku terduduk di sudut kamarku, satu keping yang tersisa tak juga kutemukan. Dan aku tersadar, satu keping yang hilang itu adalah waktu. Karena waktu memang tidak pernah bisa kembali, kan?

Bagaimana keadaanmu saat ini; apa kau sudah menutup surat ini dan membuangnya? Kuharap tidak. Karena masih ada banyak hal yang ingin kubagikan denganmu.

Suatu hari aku bertemu seorang kakek tua di Olhuveli Beach, beliau bertanya padaku seperti ini; sedang menunggu seseorang? Lalu aku teringat akan Baekhyun yang selalu menungguku di depan pintu kelas pukul tiga sore. Maaf ya, karena sudah membuatmu terlalu sering menungguku.

Lalu, kepalaku tiba-tiba saja memutar adegan pertemuan tak sengaja kita di sudut kota Tokyo beberapa waktu yang lalu. Tahukah kau, seandainya waktu berjalan lambat beberapa detik saja, surat ini mungkin tidak akan berada dalam genggamanmu saat ini.

Semua orang berubah, Lana, katamu. Dan aku sepenuhnya setuju Baekhyun. Dan kesimpulan diamnya aku di depan kakek tua hari itu adalah surat ini. Terkadang kejujuran itu akan menjadi lebih baik jika dibiarkan terkubur saja. Tapi aku tak mau suatu hari nanti menyesal jika tak pernah membuatmu sekadar tahu saja.

I love you. I always do.

Jangan terkejut dan teruslah membaca hingga akhir. Kau boleh mengambil jeda untuk sekadar mengambil Melya dari dapurmu. Kutekankan, surat ini benar-benar ditulis oleh Lana.

Pernyataanku tak lantas mengubah apapun, aku tahu, Baekhyun. Aku tak ubahnya gadis angkuh yang tengah meratapi kesalahannya. Keputusanku untuk membiarkanmu pergi dan berbalik bersembunyi, aku terus memikirkannya tiap malam. Dan sebagian hatiku masih menyetujuinya. Melihatmu berhasil meraih mimpimu saja sudah membuatku bahagia. Melihatmu dicintai banyak orang adalah bonusnya.

Tapi ijinkan aku untuk mengucap maaf dan terima kasih. Untuk kita yang pernah membuat cerita bersama.

Senyum dan genggam tanganmu bukan milikku lagi. Jadi, kupikir cerita ini memang tak tertulis adanya kita lagi. Cerita ini menawarkan bahagia untuk masing-masing dari kita—dan sayangnya bukan untuk kita bersama. Baekhyun dengan gadis lain, Lana dengan laki-laki lain.

Surat ini kukirimkan semata agar kau tahu, bahwa hingga detik ketika aku menulisnya, hati Lana masih dimenangkan oleh Baekhyun. Sekaligus, sebagai penanda bahwa aku ingin agar Baekhyun bahagia, bersama siapa pun gadis beruntung yang membuat Lana pernah ingin merebut posisinya.

Aku berusaha menjadi gadis yang lebih baik, Baekhyun. Dengan berpikir untuk melepasmu. Semua orang memang pantas untuk bahagia. Namun, itu tidak lantas membuat siapa pun merasa benar merebut kebahagiaan orang lain. Lagi-lagi kau benar, bahwa hanya kita yang bisa memutuskan ke arah mana kita akan berubah.

Aku tidak tahu pukul berapa di sana sekarang, apakah saat ini matahari sedang di atas cakrawala, atau justru senja sedang membentang di langit sana.

Pesan terakhirku, for you, happy birthday, Baekhyun. Kuharap aku tidak terlalu buru-buru atau pun terlambat—surat ini datang tepat waktu.

Dan surat ini akan kututup dengan sebuah pertanyaan pula; bersediakah kau untuk terus tersenyum? Aku percaya, Tuhan juga menyukai senyummu sebagaimana aku menyukainya.

Selamat tinggal.

Milana Jung

April 6th, 2014. 9.14 pm.

fin

A/N: Happy Birthday Baekhyun!~ OH! Hallo semua, apa kabar? Sehat? Hadiah ulang tahun buat Baekhyun sih ini niatnya, mau ngasih surat cinta gitulah walaupun gak jaman gak papalah ya ofc hehe. Aku gak tau itu jarak ngirim surat berapa hari ya dari Maldives ke Seoul wkwk jadi ya ngawur ajalah.

Diterima segala kritik dan komennya. Thanks! *HUG*

44 comments

  1. Jeany, ini ini hadiah ulang tahun yang bikin mewek ini, apalagi gimana kamu cerita kalo Lana nyesel kenapa dulu mereka pisah daaaaaaaaan tenyata baekhyun sudah berubah! jeng jeng! ini beneran LDR ini, LDR negara, LDR perasaan juga. T.T ini tulisan kamu sampe bikin hati evin retak gitu syedih

    1. sekali-kali bikin adegan mengharu biru saat ultah kak. bosen kalo ngasih hadiah yang bikin seneng mueheheh

      iya semuanya udah berubah. dan sayangnya Lana gak bisa mengulang waktu hikseu.

      makasih kakak!:D

  2. Kakak, nyesek lagi nih ff-nya. Harusnya kan happy.
    Kalau aku jadi Lana, mungkin setiap kali liat Baekhyun di tv aku akan nangis. Mengenang setiap kenangan yang pernah dilalui bersama itu pasti sakit banget untuk Lana. Kupikir awalnya Lana sakit trus sebelum meninggal ia menulis surat untuk Baekhyun, tapi kayaknya enggak.
    Kata-kata Lana di surat itu benar-benar menyentuh. Mungkin kalau Baekhyun baca tuh surat ia nangis.
    Aku gak tau mau komen apa lagi. Yang pasti ff-nya keren.

    1. harusnya kan happy ya heheh. yaampun iya, aku juga pasti bakal kayak yang kamu pikirin, udah nangis gak keruan mending matiin TV aja kali ya dari pada nyesek</3

      enggak kok, Lana masih hidup dan baik-baik saja Indah. makasih banyak ya udah setia mampir {}

  3. pas baca ini tuh aku yang ‘duh angst lagi, duh sedih lagi, duh tapi kok bagus gini’ HAHAHAHA TUNGGU SEBENTAR INI APA MASA ADA BIRTHDAY FIC BERGALAU GINI GAJADI SENENG ULANG TAHUNNYA HAHAHUHUHU

    eh btw ini mengingatkanku ke ficmu yg might as well be strangers kalo ga salah judulnya, iya ga sih, itu castnya juga baek juga kan, dan si ceweknya juga susah move on dr baek, masih kebayang baek melulu gituu

    ini keren, simpel tapi keren. ive told you thousands times tulisanmu improve bgt jean, keep it up. dan ngngngngng aku gakuatlah kalo angstnya model begini abis baca ini aja aku pokerface yg macem nope and then rolling around on my bed dont care anything ini komenku irrelevant bgt sumpah

    aku nggak tau mau komen apa lagi ffuh ini udah kece banget, love it and love you jean ❤

    1. karena gak selamanya ulang tahun bikin kita seneng kak hahahaha! iya kak bener, ini macam sequelnya gitu sih hehe

      makasih banyak kakput. love you too<3

  4. apa baek disini adalah baek? yang digilain seorang kak jeany dan semua baekhyun stans di dunia? huahaha yg aku tangkep sih gitu #soktau #gapapa
    kalau aku jadi bawk, dapet ginian pas ultah, aku bakal meronta (apa?) karena kalimat di suratnya wise wise galau gimana gitu ;– ;

  5. sebentar, sebentar.. ini lana sama baekhyun yang di fanfic we might as well be strangers kan? (btw jean kalo aku salah nulis judul maap ya hehehehe).
    duh daridulu tuh ya aku pengeeeen banget bikin cerita yang konsepnya macem surat, curhatan, dll gitu pokoknya yang ada analog satu tokoh yang nyeritain semuanya, tapi gak bisa-bisa. waktu itu sempet nekat nyoba kan ih jatuhnya malah norak lho huhu /lah curhat

    back to the story.
    soal jeany yang nulis fanfic angst entah abis diputusin lah, cinta tepuk sebelah tangan lah, dan berbagai macam cerita angst-drama lainnya gausah dikomentarin lagi lah ya hahaha. dari awal baca aku mikir pasti ini ada apa-apanya deh. antara mungkin si cowoknya mati atau gimana, atau ini surat terakhir ceweknya sebelum bunuh diri /digampar/ hahahaha, dan ternyata setelah baca makin ke bawah aslinya lebih nyelekit ya huhu. go lana! kamu bisa!

    nb: aku suka ih namanya. milana jung. feminin-feminin piyee gitu xD
    keep writing!

    1. iya ini lana yang gak bisa move on itu kak (nunjuk diri sendiri) eetttt. cobalah kak bikin kan udah sukses bikin angst tuh (imo, aku prefer angst friendship kalo punya kak fika ya). ladalah kasian mereka udah aku ziqza jangan mati dulu hahahahaha

      matur suwun kak<3

  6. Sumpah ya kak! /krik/ /mendadak bisu. Aku speechless mau ngomong apa masa? T_T
    Ide cerita yang kayak gini itu jaraaaaanng banget ada di kalangan WP. Masa seluruh narasi dibawa oleh suratnya Lana gini? OMAIGAT! IT’S ABSOLUTELY AMAZING!! ><

    Biasanya aku kalau komen itu panjang lebar, merevisi kesalahan-kesalahan yang dibuat sama Author-nya, kalau ini–aaah, sumpah.. gak mungkin lah aku merevisi fiksi kayak gini. Kurangnya di mana coba? Diksi keren, typo gak ada, tanda bacanya rapi. Ah, pokoknya keren banget. Alurnya ngalir dan bikin aku terbawa suasana ajaa.. hweee.. UKK DI DEPAN MATA MBAAAKK, TAPI MALAH GA MAU BELAJAR DAN BACA INI T_T

    Itu aku kasian masa ama Lana-nya, eeh.. ada masalah apa sih dengan mereka? Aih, apa ini ada prequel-nya gitu kah? Hihi. Tetap menulis ya kak Jeany!! FIGHTING!!

    1. aaak Sha bungkuk bungkuk maaf telat bgt balesnya salahkan moodku yang hancur.

      nah loh dek jangan baca ff kalo mau ukk sayang bukunya udah dibeli (uhuk, berasa mbak mbak sales lagi promosi)

      there’s nothing wrong with Lana kok actually. dia baik-baik aja di Maldives, aku yang gak baik-baik aja makanya dia aku nistain gini lol. iya ini ada prequelnya, kalo kamu tertarik baca aja we might as well be strangers. fighting juga ya kamu<3

  7. baca fict ini setelah kabar oreo couple *katanyasihgitu* go public rasanya itu.. eeemmm.. aaaammmmm..
    “bersediakah kau untuk terus tersenyum? aku percaya, Tuhan juga menyukai senyummu sebagaimana aku menyukainya” setuju deh sama lana.. apapun yg terjadi nantinya tetep tersenyum dan membawa keceriaan iya byun baekhyun ^^
    mr.kkaebsong & EXO~ fighting!!

Give Your Review!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s