Lightning


image

Lightning by jeanitnut

Like a lightning in broad daylight.

“Are you okay, Jongin?”

Sepuluh menit lalu, aku menghubunginya. Sunyi. Badanku menggigil, hingga aku harus melapisi piyama panjangku dengan sweater rajut pemberian nenekku. Pemanas ruangan sudah kupastikan menyala dengan benar.

Hening panjang. Lidahku kelu. Aku tidak tahu frasa apa yang mestinya kukatakan pada lelaki itu. Kalimat seperti, semangat Jongin semua belum berakhir, hanya akan terdengar sebagai lelucon belaka. Dan bagiku—dan mungkin Jongin, hening panjang antara kami adalah penghiburan terbaik.

Suara ketukan jarum jam menyahut di antara sela tarikan napasku. Deru napas kami saling berlomba, sahut-menyahut. Dalam keadaan normal, aku terbiasa mendengar tarikan napas tak teratur milik Jongin, dan semestinya seperti itu. Tapi dini hari ini, aku seakan terjerembab dalam gaung panjang yang terdengar di sambungan telepon.

“I’m here, open your door, please.”

“Huh?”

Mataku melebar sempurna ketika kudapati rambut blonde-nya menyembul dari balik pintu apartemen. Jongin menyerbu masuk, mendudukkan tubuhnya di sofa depan teve. Matanya terpejam erat, sementara kedua lengannya terentang sempurna.

Kubiarkan Jongin seorang sendiri. Langkahku otomatis memelan, takut-takut jika suara sendalku yang beradu dengan marmer akan membangunkannya. Dua puluh menit aku berkutat dengan cangkir, sendok, dan cokelat sebelum mendekat ke arahnya.

Kim Jongin menatapku dalam diam. Kedua iris hitam gelapnya mengawasi tiap gerakku, hingga akhirnya ia mengalihkan pandang—tepat ketika aku menatapnya balik. Sosoknya yang berbalut kemeja putih tampak begitu ringkih.

“Say something, Jongin.”

Dan jantungku seakan dipilin hingga berhenti befungsi tatkala mata kami beradu. Aku sungguh membencinya yang seperti ini. Menit berikutnya ia menarikku dalam dekapannya. Membenamkan kepalanya di sela-sela rambut panjangku.

Tarikan napasnya tak teratur. Derik pintu kamarku adalah satu-satunya pengalih perhatian. Aku bahkan tak peduli. Yang kutahu hanyalah bahuku yang tiba-tiba ikut berguncang hebat bersamanya.

“Aku membenci Kris-hyung.”

Lirihannya terdengar begitu putus asa. Melihatnya seperti ini untuk pertama kalinya, membuatku berpikir bahwa seharusnya ia tak menemukanku. Aku takut—kalau-kalau kehadiranku hanya akan menambah luka untuknya.

Jongin berusaha menarik napas dalam-dalam. Matanya memerah.

“Bukan salahku jika aku membencinya, kan?”

Aku jarang mendengar Jongin menyebut nama Kris, tapi melihat betapa putus asanya ia malam ini sudah cukup membuatku tahu bahwa Jongin sangat menyayangi lelaki itu—sebanyak ia menyayangi sahabatnya yang lain.

Kuusap air mata di sudut pipiku. Lantas kusodorkan secangkir cokelat panas untuknya.

“Bagaimana dengan agensimu, Jongin? Kau tidak menyalahkan mereka?”

Kami terperangkap dalam hening panjang untuk yang kesekian kali. Jongin dengan pemikiran-pemikirannya. Aku dengan ketakutanku yang tak masuk akal. Yeah, benar, tiba-tiba aku takut menghadapinya. Kendati aku sudah mengenal Jongin selama puluhan bulan pun tak lantas membuatku memahami kehidupannya. Sebagaimana aku tidak tahu apa yang kini sedang terjadi dengan grup yang membesarkan namanya. I don’t know, anything.

“Kau yakin bahwa kau bisa membencinya?”

Jongin masih terdiam. Ia tak lagi menunduk menyembunyikan betapa kacaunya penampilannya malam ini. Tatapannya yang tajam seolah menuntut penjelasan akan pertanyaanku barusan.

“It’s like a lightning in broad daylight. Semuanya begitu tiba-tiba. Membingungkan. Menakutkan. Aku tidak tahu apakah aku berhak mengatakannya, tapi yah—”

—aku ingin menjadi berguna untukmu.

“I believe in you—and Kris. Selalu ada alasan di balik sebuah tindakan. Selalu ada risiko di balik sebuah keputusan. Hubungan kalian tidak dapat didefinisikan hanya dengan kalian mengakhiri hubungan pertemanan di sosial media. Kalian sudah tumbuh bersama hingga menjadi seperti ini,”

Aku mengambil jeda sejenak. Meneguk air putih untuk membasuh kerongkonganku yang mengering tiba-tiba.

“Menurutku, kau hanya sedang mencari-cari alasan Jongin. Karena masalah ini terlalu membingungkan, dan kita butuh seseorang untuk disalahkan. Cenderung menyalahkan orang lain atas apa yang sedang terjadi. Manusia memang seperti itu, kan?”

Kurasakan getaran hebat di tubuhku mendapati jemari Jongin yang bergesekan dengan kulitku. Lelaki itu menyelipkan poniku ke belakang telinga.

“Kau benar. Aku hanya merasa tak berguna. Aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu Kris-hyung.”

Perkataan Jongin seakan menohokku. Satu kelemahan yang tidak diketahui Jongin. Bahwa sekeras kepalanya aku, ketakutan akan semua hal yang kulakukan untuknya hanya sia-sia kerap datang menghantui. Hingga membuatku ketakutan seperti saat ini.

“Berhentilah berpikir bahwa kau tidak berguna, Jongin. Kau bisa berdiri di sampingnya sementara aku dan yang lainnya tidak. Saat ini, mendukung apapun yang ia lakukan, bukankah itu yang terpenting? Apapun yang terjadi kelak, itu adalah yang terbaik untuk kalian.”

Jongin tersenyum lebar. Jemarinya membelai lembut kepalaku.

“Kautahu mengapa aku datang ke sini begitu mendengar ponselku berbunyi dan mendapati namamu di sana?”

Aku mengerutkan dahi, jantungku berdebar. Tatapan sendu milik Jongin tak kulihat lagi—tapi ada letupan sinar yang seolah-olah menyeruak di sana. Menyuarakan suatu kepercayaan diri—kebanggaan akan presensinya saat ini.

“Karena aku tahu kau akan mengatakan demikian, sassy girl. Or I should call you wise girl? Dan aku yang akan menuruti semua permintaanmu.” Mataku mengerjap berkali-kali. Kutatap Jongin lekat-lekat, yang hanya dibalas dengan sebuah senyum simpul sebelum ia kembali berujar, “Aku harap kau mendengarkan apa yang kaukatakan barusan. Untuk dirimu sendiri. You are everything compared to the other girls.

Oh shit!

fin

A/N: Take note, this is just pure fanfiction. Eniwei, aku hanya mencoba menulis crucial issue (iya masih isu doang, kan ya?) yang lagi heboh ini dari sisi Jongin dan aku (sebagai pacarnya HAHAHAHA). Aku mendukung apapun keputusan Kris, dan aku tidak menyalahkan siapapun. Awalnya mungkin berat yes, aku kecewa banget sama Kris, tapi ya kalau dipikir ulang, Kris gak mungkin bertindak tanpa berpikir kan, apalagi dia seorang idol. Dan aku yakin exo juga pasti sedih dan menyayangkan keputusan Kris ini, tapi percaya deh hubungan mereka gak akan berhenti sampai di sini kan. Uh, aku membunuh karakter sassy girl di sini ya kesannya.

Selamat membaca dan selamat haru buku nasional ya!^^

23 comments

  1. Kak, aku pengen banget jadi cewek itu. Bisa kasih semangat ama Jongin, tapi itu cukup dalam mimipi aja.

    Aku baca ff ini merasa sedikit termotivasi. Udah 2 hari rasanya mood-ku benar-benar buruk. Awalnya aku pikir berita Kris cuma hoax, tapi setelah adanya bukti-bukti itu membuat aku berpikir kalau itu benar. Aku sampai nangis, gak rela, kecewa juga. Tapi aku tahu, kalau itu emang bener pasti Kris juga udah mikirin secara matang. Tapi aku juga kasihan sama anak EXO lainnya. Aku cuma berharap semua akan baik-baik saja. Maaf ya kak, aku jadi curhat gini.

    Selepas dari itu, ff kakak keren, walau kayaknya ff ini dibuat karena adanya skandal Kris, jadi gak terlalu bahas hubungan mereka.

    1. hai Indah! ((aku juga pengen banget jadi cewek itu hurrr tapi apa daya adanya cuma di fakfiksi))

      iya gpp kok, aku justru seneng kamu mau berbagi cerita. aku awalnya juga gitu kecewa karena keputusan Kris ini, tapi yang sedih bukan cuma Kris seorang. dan pastinya dia udah mikir mateng-mateng.

      hehehe iya. yang mau aku tekanin cuma gausahlah nyalahin siapapun dan ikhlaskan saja semuanya~

      makasih udah baca ya /hug/

  2. Ngomong-ngomong, sebelum aku komen… Ijinkan aku bilang kalau bang Kai keliatan ngantuk banget di sana? Dia, kan emang spesialis tidur berjalan.. (lupakan)

    cuma mau tanya.. kenapa kakak milih Jongin? Just curious. .-.

    Daaan, yang bagian: like a lightning in broad daylight itu bener banget. Nggak nyangka, kan kita bakal jadi kayak gini. :” Aku setuju banget. Terus juga pas bagian ‘pertemanan di sosial media’.. itu juga aku setuju banget. Aku dulu juga pernah, saling unfoll sama temen sekelas, gegara aku marah sekali sama dia. Tapi besoknya kita ngomong lagi, dan saling folbek. Selesai sudah masalahnya. Karena terkadang orang juga bisa lupa buat follow apa yang sudah dia unfollow. Sama kayak mantan, ga perlu diinget lagi. HALAH APAAN, SIH.

    “Kau yakin bisa membencinya?” Seriously, kak itulah pertanyaan yang mau aku tanyain ke member EXO sekarang, kalau bisa. Apalagi member M yang kebersamaannya lebih banyak. :” Aku yakin Tao masih sayang banget sama Kris. Brothership mereka berdua itu tak tergantikan. T^T

    The truth is.. Hatiku cenat-cenut ngedengerin berita ini selama dua hari. Air mataku sudah beberapa kali nyaris jatuh, and I swear this is my first time crying for a group member. :”) Apa karena aku udah terlanjur sayang sama mereka semua, ya kak? #malahcurhat

    Nggak ada yang mau aku komentarin tentang tulisan ini. :” Sudah kehabisan kata-kata aku. Hiks. #akurapopo Semangat, ya kak Jean! /peluk/

    PS: Aku mau jadi ceweknya Jongin……..

    1. kebetulan aku cuma punya Jongin blonde itu doang sih Vel hahahaha. dan kebetulan itu di foto dia merem. dan yah, aku suka Jongin si tukang tidur kok.

      kenapa aku milih Kai. uhm, aku juga gak tau haha. aku gak punya alasan pasti. tapi ya setauku hubungan Kai-Kris itu yang paling awkward, dan aku gak bisa ngebayangin kalo pake cast exo-m (angstynya pasti super kan). dan aku berharap lewat Kai yang gak terlalu deket sama Kris aja udah sedih banget, gimana yang lain. dan somehow ya, di mataku member yang gak bisa nutupin emosinya itu si Kai (dan mungkin karena itulah dia dicap jelek, ya).

      Taoris ya, aku mau peluk Tao rasanya. dia itu member yang menguatkanku buat terus berdiri tegak dan mendukung exo apapun yang terjadi. karena mereka aja gak pernah berhenti melangkah kok.

      aku udah berkali-kali sih rasanya nangis karena oppars, dengan alasan yang berbeda sih. dan aku biasanya bakal sesenggukan parah itu kalo liat fancam (bayangin nonton solo concertnya exo bersebelas) seringnya gak kuat.

      thanks ya Veli huhu #akuyorapopokok semangat juga kamu!:)

  3. well, yeah gitu deh kak. Like a lightning in broad daylight, for sure. aku kemaren baru aja post si gly-jong in, beberapa menit kemudian jeder (aku terutama, kaget banget karena aku baru menyelesaikan salah satu prompt di 100prompts-ku tentang kris, dengan keadaan mirip yang terjadi sekarang, tanggal 2 mei kemaren). i thought it was a hoax, but it’s not so…. aku masih berusaha tenang. menyalahkan sm awalnya, ya, tapi ga pengen bergabung dengan keributan di sana. lama-kelamaan mikir kalau nggak ada yang bisa dipercaya dan sampe sekarang aku dalam status ga mempercayai statement apapun sampe semuanya clear dengan resmi. kalaupun kris emang mau pergi, let him. aku nggak mau egois dengan berharap dia tetep di exo sementara hatinya udah ga mau di sana. aku tau pendapatku ini nyebeliiiiiiiiiiiiin banget seakan aku nyalahin kris dan pengen dia keluar exo, but i’m not. kalo boleh milih ya aku tetep pingin exo bareng-bareng, cuma ya aku sayang sama kris, makanya aku menghargai keputusan dia yang pasti udah dipikirin segala konsekuensinya (dan mikirin ini aku rasa ga sebentar). oke tambah nyebelin dan tambah sok tau. maaf kak. /slapped/

    jadi, mari kita move on to the story.

    jong in di rumah sakit…………………. dan kakak post beginian. aduh aku makin galau. aku tuh mikirnya kalo kejadian ini emang terjadi kemaren malem, entah jong in sama siapa di luar sana karena di show hari ini emang mata jong in juga bengkak. aku antara merasa terhibur dan teriris. gimana ya, kakak gambarinnya cantik banget. dikemas secara rapi, ga berlebihan, ga kekurangan, bahasanya asik, menenangkan. semuanya lah. ini udah kayak paket komplit di restoran yang nggak murah. karena ini classy sekali. dan ish jong in apa banget sih diposter minta dipiteeeeees!

    aku sukak gimana kakak ngegambarin si sassy girl ikut sedih dan menenangkan jong in dengan caranya sendiri. gimana dia ngasih perhatian dan kelembutannya dia buat jong in yang emang lagi broken di sini. so, aku nggak masalah pake banget kalo kakak bunuh karakter sassy. ya kalo kakak bikinnya dia tetep sassy malah ga cocok dong hehe iya kan? /slapped/

    “Menurutku, kau hanya sedang mencari-cari alasan Jongin. Karena masalah ini terlalu membingungkan, dan kita butuh seseorang untuk disalahkan. Cenderung menyalahkan orang lain atas apa yang sedang terjadi. Manusia memang seperti itu, kan?” wah! line favorit banget itu kak. tamparan juga bagi mereka-mereka yang menyebarkan issue ga jelas cuma untuk ngedapetin popularitas sesaat. jadi yaah….. aku setuju.

    oke, kayaknya komenku kepanjangan. maafkeun aku kak x( aku berusaha menahan tapi malah keluar semuanya di sini x( aku juga ngerasa karakterku jadi ikutan sassy di komen ini maaaaaaaaaaaaaf ;;;;;;;;;;;;; dan mari kita doakan exo dan kris supaya tetep kuat ditengah badai yang melanda. exo saranghaja!

    keep writing kak jean! tulisan kakak selalu membuatku jatuh cinta lagi-lagi dan lagi. semangaaaaaaaaat! x’)

    1. aduh Vin, mungkin kamu bisa membaca keadaan si Kris ini kayak gimana hm. yeah, semua orang pasti mikir itu hoax. aku bahkan ketawa-tawa pas awal tau dari temenku. dan begitu aku buka twitter ternyata beritanya sudah tersebar lewat media massa. telungkup langsung…

      bukan sok tau Vin. tapi yah, pendapatku juga sama kayak kamu. aku gak menyalahkan Kris. tapi aku juga pengen dia keluar dari exo kalo itu mau dia. kalaupun dia gak keluar, segalanya tak akan sama lagi kan ya?

      JONGIN MASUK RS? DEMI?!!!!!! aku justru gak tau apa-apa Vin. dan aku cuma mau menuliskan pandanganku sama masalah ini, beruntungnya si Jongin yang mampir ke otak.

      semua perhatianku buat Jongin aku titipkan lewat sassy girl ini (HAHAHAHAHAHAHA!). iya, si sassy tetep punya sifat lain kok yang bikin Jongin cintaah.

      itu linenya curhatan. aku kesel sama exostan ababil yang doyan besar-besarin masalah. nyebar rumor sok tau. ngata-ngatain orang lain pula.

      aku seneng banget tau baca komenmu. karena kamu juga ngutarain pendapatmu, itu yang aku tunggu sih. aku pengen tau gitu pendapat orang lain gimana. I don’t know, anything. takutnya aku justru kayak sok tau.

      uhh makasih banyak Evin. tulisan kamu juga makin++++++++! semangat XD

  4. dan yaaaahhh..
    blog2 yg aku follow emg rata2 pasti buat yg bgnian..
    entah dri sisi kris ataupun member yg lainnya..
    tpi yg ini beda, km selalu bisa ngebuat aku yg ngebaca crta km jean, bener2 jd pacar si jongin.. ahahhahahhaa..
    serius, utk yg ini aku ga ngebatasin jempol buat crta km ini..
    semaumu lah dq.. *tepuktanganbrgdonghae
    bahasanya ga ngeribetin, feelnya yaa itu, aku brasa jdi si sassy girl itu..
    wkwkwkwk..
    ditunggu carita lainmu jeany..
    fighting.. *kisshug

    1. iya kak Nov soalnya pada pengen mengungkapkan pendapat kali ya huehehe

      ah ini beda? padahal ini masih banyak yang mau aku sampein sayangnya kosakataku udah limit huhu. dan makasih tak terbatas juga kukasih buat kakak hehehe

      xoxo

  5. jeann.. Ff ini gua kasih nilang 100 !
    Coba kamu buat ff dgn masalah yg sama tp dari sudut pandangnya kris doong. trus gua jd cewenyaa *eh* pasti keren.
    aduh btw gua mau curcol .-. *minta ijin -/\-
    jujur. gua benci banget sama kabar inii.
    rasanya gua pen nutup semua akun sosmed guah yg isinya ‘kabar bgituan’ semuahh. Nyebelin masa .-.
    Stelah gua brpikir dewasa, berpikir matang2 hampir gosong, *mencoba jd wise girl :’)*
    gua mantep gua bakal dukung apapun keputusannya Kris.
    Still prepare for the worst lah :’)

    1. hai Lala halo halo kecup kecup nih. bisa gak nilainya gue tuker jadi duit? /ehsalah/

      iya mending jangan buka sosmed apapun (kecuali wp ya) soalnya di sini pure fanfiksi lol. iya coba berpikir dari sudut pandang Kris (tapi susah men!) makanya gue bikinnya dari sudut pandang Jongin=)

      anw thanks!

  6. Jeany 🙂 waktu Jongin bilang aku benci kris hyung, itu semacam pasti begini yang pertama anak EXO bilang, baru setelah itu mereka semacam, apa benar mereka benci kris? atau emang harus ada yang disalahkan dari keadaan? seperti biasa, aku selalu suka tulisan kamu. termasuk yang ini 😀

      1. jeany lama banget nih ga “ngobrol” gitu sama kamu kangen ih.lagi sibuk tugas kamu ya? *terus sok tahu gitu*

      2. halo kak Reta, maafkan aku yang sewindu lamanya baru balesin komen huhu udah lumutan pula

        bukan nugas sih, lebih tepatnya sibuk praktikum terus ujian (barusan kelar) dan sekarang sibuk menguatkan hati yang terguncang

      3. eyyyyy hatinya terguncang kenapa adik? udah kuat kan tapi?sukses ya buat IP semester ini 😀 dan aku masih menanti tulisan2 cantikmu 😀

  7. emang banyak banget yg bikin fic tentang isu kris itu, tapi yg satu ini aku suka banget. sebenernya ff ini suasana lebih ke sedih kan ya? tapi di endingnya fluff gitu hihiw:3

    capek emang, mau di twitter ig or social media lainnya pada bahas kris semua;; sulit banget nyari hiburan 3 hari belakangan ini gara2 isu kris itu u,u udah kenyang banget aku tiap hari makanin rumor gajelas tanpa ada kepastian kaya gini:( tapi aku jadi mikirin, sebenernya kris itu kenapa coba? apa dia gabetah di exo? atau ternyata selama ini dia tuh cuma pura2 kuat? aduh enggaa aku gamau kaya gituㅠㅠ

    aduh maaf kak jeany jadi curhat gini bukannya ngereview ficnya;;;;;;;;; tapi serius aku suka ficnya, ditunggu next apdetnya<3

    1. hahahaha abis aku pengen bikin fluff hurt gitu dan kalo udah liat jongin gak tahan gak bikin yang sweet.

      gpp kok yas mau curhat terus juga aku dengerin kok hehe dan kayaknya aku justru ngungkit masalah ini lagi gegara blesin komennya telat lulz

      kamu juga update yang banyak ya. ntar aku ngerusuhnya sekalian aja SETELAH UAS TENTUNYA HUHU

  8. haha, baca udah dari kemarin, baru komen sekarang, maaf yah eon, habis aku sebel kalau komen dari ponsel, pasti gak bisa T.T

    masalah isu itu? setelah aku baca ff ini, aku jadi bisa sadar dan insyaf dari tuduh menuduh siapa yang salah.. karena sebenarnya kita juga gak tau pasti yang terjadi sama mereka.. kita hanya tau itu dari orang lain, dan orang lain juga tahu dari orang lain lagi /kenapa jadi ribet ya?/ yah pokoknya begitulah eon… /?/

    kembali ke ff, ini keren banget… mungkin kalau Jongin gak ketemu sama orang yang tepat saat itu, ia bisa lebih membenci Kris. Misalkan aja dia ketemu aku, pasti makin kacau xD. bukannya bikin tenang malah bikin kacau…

    ‘Menurutku, kau hanya sedang mencari-cari alasan Jongin. Karena masalah ini terlalu membingungkan, dan kita butuh seseorang untuk disalahkan. Cenderung menyalahkan orang lain atas apa yang sedang terjadi. Manusia memang seperti itu, kan?’
    nah kalimat itu tuh yang bikin aku sadar untuk berhenti mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. aku emang ababil banget yah? gak inget sama umur -_-

    aku suka ff eonni, Fighting eon!!!

    1. aku justru baru bales sekarang Mar huhu maafkan

      syukurlah aku berasa kayak abis nasehatin orang jadinya lewat fict ini hahaha. ah aku suka poin itu, mungkin kalau Jongin gak ketemu sama orang yang tepat saat itu, ia bisa lebih membenci Kris<3

      makasih ya. kamu juga semangat!

  9. truthfully saying, aku udah baca ini dari kemarin dan aku ngerasa kurang enjoy jadinya aku ga komen dulu dan baru komen sekarang (PERSENAN LAIN YANG LEBIH DOMINAN KARENA AKU MALES NGETIK DI KEYPAD TAB SIH HAHAHAHA)

    aku mau tanya dulu, kamu pas nulis ini lagi banyak pikiran kah? atau lagi badmood? atau lagi nggak terlalu mood nulis? soalnya yah aku kurang enjoy itu tadi. kalo bener iya, berarti emang bener yang bikin janggal mood ini gegara moodmu. tapi kalo salah, berarti aku doang yg terlalu sensitif.

    apa ya, soalnya menurutku tulisan mencerminkan mood penulis sih. dan aku dari kemarin yg baca fanficmu itu berasa enjoy banget ya diksi, ya plot, ya feel. tapi di sini agak kurang kamunya gitu jean, agak ngelompat lompat juga di beberapa tempat. begituuuu~

    but overall, aku suka kemasannya sih. rapi as always, teratur, manis, smooth gitu ahihihii berasa dicurhatin langsung sama kim ‘lagi-galau’ jongin gitu kalo aku jadi pacarnya sih udah aku cium OKE FOKUS sejujurnya aku pengen nulis canon dr sudut pandang jongin kaya gini kan, secara aku ngerasa dia yg paling ga terlalu deket sama kris, tapi aku takut juga jadi biased opinion dan malah nyerang kris huhuhu tapi tulisanmu ini nggak berlebihan dan si tokoh aku ini, yg aku suka, dia nggak memihak salah satu, bener bener kubu tengah lah. dan si jonginnya juga ga asal ngejudge sendiri eheheh

    sorry, aku lagi gabisa komen panjang ya jean, agak agak seliwer gimana liat layar laptop duh ini penglihatan udah ga 20/20 lagi LAH MALAH CURHAT anyway semoga yg aku ngerasa aku agak ga enjoy baca ini cuma perasaanku doang fufufu semangat jeeaaannnn!! :*

    1. ini telat banget kan kak aku balesnya hahahaha

      yap aku lagi banyak pikiran gitu pas nulis ini, tapi ide udah menguap-nguap jadinya ya tetep aku lanjutin. DUH DUH kak put peka banget sih terharu haru haru aku jadinya:*

      kenapa kim lagi-galau jonginnya lucu banget hahaha tetep aja dibully jongin. aku juga ngerasa jongin kris itu paling awkward gitu dan ternyata emang banyak yang mikir gt oh ternyata

      makasih banyak kak!{}

  10. selamat hari buku nasional (yang – iya aku tau udah lewat jauh) jugaa hehe.

    bicara isu krusial jongin sama kris, well, aku juga belakangan baru nyadar kalo anak dua ini agak nggak deket hehe. misalnya aja pas berdiri bareng, walaupun pas di fansign yang sebenernya nggak mengharuskan barisan yang kris di kiri zitao di kanan, teteup aja kris – jongin ini berdirinya macem kutub utara sama kutub selatan haha. di acara radio juga begitu. atau pas konser-konser yang mereka lari-lari muter panggung juga interaksinya super minim. haha. yah, aku gatau sih aslinya gimana. mungkin waktu itu kris ga sengaja nginjek jari kelingking jongin, atau jongin paling ga sengaja ngentutin kris. who knows kan? pray the best for them aja (terutama kris haha)

    as usual, selipan panggilan jongin ke sassy girl-nya itu ohmygod menggigit banget haha, aku sukaaa. dan soal keputusan kris, haha no comment. all the best buat duizhang sama leader golden trio itu ajadeh ^^
    keep writing!

    nb: aku udah nanya tentang soal kamu ke temenku, dan sama aja. kita 3 jam buka-buka buku maron lando ngga nemu apa-apa. satu-satunya rumus ya yang y = blabla itu (lupa, iya aku lupa) hahahaha. jangan marah jeaan x((

    1. bukan agak lagi sih kak, kayaknya emang iya. kalo pun mereka berdua keliatan awkward gt kan huhu. lol iya mungkin jongin ada dendam kesumat kali ya sama kris xD

      dan aku makasih bgt buat bantuannya kak. pray for me semoga soalnya gak keluar ujian aja pfttt

Give Your Review!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s